Categories
Main

Solusi Jitu Buat Pakan Efisien

Tak cuma berat di ongkos, pola pemberian pakan yang salah juga bisa berakibat fatal dalam budidaya udang. Pakan berlebih akan menjadi limbah dan meracuni si bongkok hingga mu dah terserang penyakit. Asal tahu cara me nge lola, penggunaan pakan ternyata bisa efisien dan memudahkan proses budidaya.

Autofeeder

Menurut Cartenius Wijaya, proses pemberian pakan dalam budidaya udang dan ikan kini sangat terbantu dengan aplikasi autofeeder. “Autofeeder merupakan alat pemberi pakan yang menggunakan mesin di tambak,” ujar Manajer Operasional UD Sumber Lancar (SL) itu. Jika sebelumnya secara manual, ucap Car ten, sapaannya, penggunaan autofeeder akan membuat proses pemberian pakan berjalan otomatis dan bisa diatur pada hitungan menit dalam jangka waktu ter tentu sesuai kebiasaan udang. Misalnya, setiap 5 menit sekali autofeeder akan mengeluarkan pakan perlahan-lahan selama 30 menit. Dengan demikian pemberian pakan lebih efisien dan tepat sasaran. Menggunakan autofeeder juga akan menghemat biaya pakan hingga 30%- 40%. Selain itu, lanjutnya, nilai konversi pa kan pun membaik karena pakan yang disebar langsung dikonsumsi udang. “Pakannya keluar sedikit-sedikit jadi terserap udang dan nggak terbuang. Itu menyebabkan pengeluaran di pakan makin bisa efisien. Terus, airnya lebih stabil karena nggak ada pakan yang jadi limbah,” jelas pria kelahiran 16 September 1994 ini. Autofeeder mulai digunakan saat udang berumur 30 hari. Sebab, saat itulah pakan udang berubah menjadi granul yang bisa ditebar dengan autofeeder dari sebelumnya berbentuk serbuk.

Keunggulan

Carten menjelaskan, autofeederbesutan SL terbuat dari material stainless steel food grade SUS304 yang terkenal ketahanannya terhadap korosi. Baja tahan karat ini aman digunakan sebagai wadah penyimpan makanan dan minuman karena tidak akan mencemarinya dengan zat-zat kimia dari baja itu. ”Kalau tempatnya berkarat otomatis pakannya tercemar, itu membahayakan. Kalau pakan terkontaminasi kan risiko juga ke udangnya,” serunya. Material antikarat membuat umur ekonomis autofeederini panjang. “Daya ta han nya cukup lama. Selama ini belum ada keluhan kita pakai tiga periode budidaya udang,” ucap dia. Hanya diperlukan pe rawatan kecil pada dinamo dan mesin se tiap selesai satu siklus budidaya udang atau selepas tiga bulan operasional tambak.

Pemberi pakan otomatis itu dibekali mesin berkecepatan 3.000 rpm dengan jangkauan tebar mencapai radius 10-15 m dan kebutuhan listrik hanya 40 watt. “Teknologinya kita pakai dinamo DC sehingga wattnya lebih kecil. Jadi hemat biaya operasional, sangat irit,” ulasnya. Sedang kan autofeederlain yang beredar memerlukan daya sebesar 400 watt de ngan ke cepatan mesin dan jangkauan tebar pa kan lebih rendah. SL menyediakan dua tipe autofeeder, yaitu kapasitas 100 kg dan 50 kg. Autofeeder kapasitas 50 kg digunakan pada budidaya ikan, sedangkan kapasitas 100 kg untuk budidaya udang. Seunit autofeeder 100 kg, terang Carten, bisa mendukung tambak berukuran 1.000 m2 . Sehingga, tambak berukuran 4.000 m2 membutuhkan sebanyak 4 unit autofeeder yang diletakkan di tiap sisi tambak. Autofeeder juga bisa diatur lama waktu dan kecepatan tebar pakan menyesuaikan pola pemberian pakan udang seharihari menggunakan pengatur digital (digital timer) sehingga meringankan pekerjaan memberi pakan. Mudah bukan?